Kisah Satu Dos Majalah ReadersDigest


1 dos majalah ReadersDigest gratis
Di lemari buku saya di rumah, pada bagian atas, kuisi dengan jejeran majalah Readers Digest (edisi Australia). Jumlahnya mungkin lebih 200 eksemplar, dan ada beberapa edisi bukan dari Australia. Majalah majalah tersebut, sebagian besar adalah pemberian, sebagian lagi saya beli secara berlangganan saat bermukim di Sydney, Australia.

Tentang majalah pemberian itu, begini kisahnya. Setiap hari ahad, di Kingsford Junction, di taman segitiga tidak jauh dari rumah tempat tinggalku, ada pasar "Sunday Market". Barang yang dijual dipasar ini kebanyakan barang bekas, meski ada juga yang baru, mungkin barang yang tidak laku atau cacat produksi. Jadi setiap hari Ahad (Minggu) kami mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing lainnya selalu kesini mencari barang barang murah. Hampir semua kebutuhan mahasiswa dan penduduk setempat ada dijual disini.

Pada suatu hari, bersama teman kost, saya berkunjung ke Sunday Market ini dan melihat banyak majalah Readers Digest dalam satu boks (dos). Saya sudah mengenal majalah ini sejak kuliah S1 di UNHAS dan sering baca di Perpustakaan Unhas waktu itu meski tidak banyak koleksinya. Ukuran majalahnya kecil, tapi isinya sangat informatif. Segmen pembacanya juga umum, Ada topik sehari hari, kesehatan, petualangan, humor, dan lain lain. Tapi yang paling penting sebenarnya waktu itu saya bisa meningkatkan kemampuan membaca (reading skill) saya dengan membaca majalah populer ini.

Majalah ReadersDigest pada bagian paling atas Rak Bukuku

Pada kunjungan pertama itu, saya dan teman hanya melihat lihat saja majalah ini, sambil jongkok membaca beberapa edisi. Penjualnya orang Yunani dari hasil bincang bincang saya. Mungkin karena sering melihat saya membaca majalah itu hampir setiap hari Ahad, suatu hari penjualnya bertanya kepada saya, apakah saya suka majalah majalah itu? Tentu saja saya jawab suka, karena cukup mudah dipahami dan untuk meningkatkan reading skill saya. Sambil terus jongkok membaca, tiba tiba sipenjual mengatakan kepada saya, "..kalau kamu suka semua majalah itu, kamu boleh ambil semua satu boks itu, termasuk yang berserakah dibawah itu". Tentu saja saya gembira menerimanya dan setelah berterimakasih dan dengan bantuan teman, saya membawa satu boks majalah dan teman membawa sisanya. Sejak saat itu saya jarang keluar kamar dan lebih suka dikamar saja membaca majalah Readers Digest yang banyak itu. Teman kuliah juga ada beberapa yang berkunjung kerumahku khusus untuk membaca ReadersDigest..📖📖📖 /

A Story about a box of Readers Digest Magazine. When I was  studying and living Sydney long time ago, my house was located not far from a Sunday Market in Kingsford Junction. Almost every Sunday, my house-mates and I visit this market, which sold many second hand stuff. We can find almost everything in this flea market.


One particular stall got my attention, that was secondhand magazine stall. After having a chit chat with the owner (seller) for a while, I knew that he was a Greek origin. I spent most of my time in this market only to squat in front of this magazine stall, reading my favorite magazine, Readers Digest (Australian Edition). I remember when I was studying English in my undergrad program in Hasanuddin University, this magazine also helped me in improving my English reading skill.
One Sunday morning in this flea market again, as usual my house mate and I browsing around the market and end up squatting reading those magazine again. The seller then asked me if I like those magazine, I can take that box home with other scattered magazine, and of course, I was so happy and after thanking him, my friend helped me bring those magazine back to our house. Since then, some of my classmates at the Uni, visiting me only to read those Readers Digest. (Foto Koleksi Pribadi) #readersdigest

Tim Pembinaan Perpustakaan Untuk Layanan Lebih Baik

Pembinaan Perpustakaan adalah salah satu upaya pemerintah meningkatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum, sehingga layanan perpust...

Popular Posts