Bacaan Bagus di Bulan Ramadan



Buku Pintar Praktis Tarhib & Amaliah Ramadhan oleh H.M. Ridwan Yahya, Lc. MA., dan “Awareness of Ramadan” oleh Nanang Qosim Yusuf. Kedua buku ini bisa menjadi bacaan yang bagus selama bulan suci Ramadan ini, selain membaca Al-Quran. Buku pertama membahas amaliah ramadan secara umum, pengertian dan makna tahrib, mulai dari bagaimana penetapan Ramadan, makna dan hakikat ramadan, keutamaan bulan ramadan, kebiasaan buruk dibulan ramadan, apa apa saja yang perlu dilakukan dibulan ramadan, tipe tipe manusia menyambut ramadan, wanita dibulan ramadan, sejarah, definisi dan landasan hukum puasa, itikaf, lailatul qadar, idul fitri, sampai indikasi keberhasilan pasca ramadan, termasuk juga hadis hadis bermasalah seputar ramadan. Buku ini sangat tepat menjadi bacaan wajib dibulan Ramadan seperti saat ini. (Penerbit Pustaka Nawaitu, 2004, 200 Halaman)



Buku kedua “Awareness of Ramadan  juga sangat menarik. Oleh penulisnya dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu: MIND (tafakur), WISDOM (tadabur) dan SURRENDER (appreciation of life). Masing masing bagian ini sebaiknya dibaca pada 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari terakhir Ramadan, sehingga diharapkan tamat pada akhir ramadan. Membaca buku ini membuat kita banyak merenung akan arti kehidupan yang sesungguhnya dan tentu diharapkan olrh penulisnya setelah membaca bukunya, maka kita akan menjadi pribadi pribadi yang lebih baik, sebagaimana sub-judulnya ‘mengaktifkan kesadaran diri menjadi manusia diatas rata rata’. Namun ada sedikit kekurangan dari buku ini (kalau mau disebut kekurangan) yaitu banyak kata kata kutipan (quotation), motivasi dan inspirasi yang ditulis dalam bahasa Inggris dan tidak ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia.  Tapi secara umum, buku ini sangat menarik dan ‘recommended’ bagi anda yang mencari bahan bacaan dibulan suci Ramadan ini. (Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2008, 285 Halaman). Kedua buku ini adalah koleksi pribadi. 


The Count of Monte Cristo



The Count of Monte Cristo”. Novel karya Alexander Dumas, penulis Prancis yang hidup pada abad ke-19 ini masuk kategori novel klasik favorit saya sepanjang masa. Unputdownable classic novel. Kisahnya begitu menarik. Membaca novel ini membawa menelusuri kota kota di Prancis dan sekitarnya juga Italia pada abad ke 19, berkisah tentang pemuda bernama Edmond Dantes, tampan dan sukses, seorang pelaut yang menjadi kapten kapal, yang akhirnya bernasib tragis dijebloskan kepenjara bawah tanah disuatu pulau tanpa ada kesalahan  yang diperbuat. Bagaimana Edmond Dantes bisa lolos dan membalas dendam kepada semua orang yang pernah menjebloskannya ke penjara ini yang sangat menarik dari novel ini. 

Novel  ini berkisah tentang  romansa (percintaan), sejarah (karena juga menyinggung keadaan Prancis era Napoleon Bonaparte), petualangan, daya tahan hidup, pengkhianatan, kecemburuan, harapan dan balas dendam.  Pertama kali diterbitkan dalam bentuk tulisan berseri pada tahun 1844  sampai tahun 1846 dan langsung populer di Prancis saat itu. Novel ini adalah buku yang paling tebal yang pernah saya baca, dengan jumlah 1276  Halaman. Meskipun tebal, namun dirangkai dengan indah sehingga tidak membosankan, selalu membuat pembacanya penasaran diakhir chapter. Telah diterjemahkan kedalam lebih dari 100 bahasa di dunia, termasuk Bahasa Indonesia. (Buku Koleksi Pribadi, edisi Bahasa Inggris, penerbit Penguins Classics, 2003)









Ngeblog Asyik Bagi Pemula

Belajar Menulis di Blog

"Pak Safar, boleh saya ikut acara Literasi Digital di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang?", tanyaku kepada pak Safar lewat media sosial Facebooknya. Jawabannya "boleh kanda". Meskipun saya sudah punya Blog sejak beberapa tahun lalu, namun mengikuti acara seperti ini akan selalu ada hal hal baru yang menambah pengetahuan kita. Saya pun mempersiapkan diri mengikuti acara ini, selain karena tempat penyelenggaranya dekat dari rumah, juga dibulan Ramadan ini tentu menyenangkan melewatkan waktu mengikuti acara seperti ini selain beribadah.

Saya berangkat ke Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, beberapa menit sebelum jam menunjukkan pukul 10 pagi. Meski cuaca agak mendung namun saya tetap semangat untuk mengikuti acara ini. Sesampainya di Perpustakaan, telah hadir instruktur dari lembaga sosial Gowa Menyala dan beberapa peserta, yang rata rata mahasiswa, hanya sedikit saja PNS. Suasana pengajaran berlangsung semangat dan penuh canda. Meski rintik hujan diluar gedung perpustakaan menyertai kegiatan kami namun semua peserta nampak tetap bersemangat.

Saya sendiri berharap semoga setelah kegiatan ini berlangsung, saya akan lebih sering mengisi Blog saya, yang selama ini jarang kuisi. Saya juga bersemangat karena ingin agar blog saya lebih semarak, meriah, indah dan menarik hati para pembaca. Blog saya masih sangat sederhana dan mungkin agak membosankan.Just wait and see....apa yang akan saya lakukan dengan blog saya..




Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts