50 Tahun Achmad Ali


Buku : 50 Tahun Usia Karya Pilihannya dan Komentar Berbagai Kalangan tentang Achmad Ali
Editor : H. Muhammad Kholiq, S.H., MBA
Penerbit : -
Jumlah Halaman : xiii + 200
ISBN : -

Buku dengan judul yang panjang ini adalah kumpulan tulisan Prof. Dr. Achmad Ali, S.H., M.H., seorang guru besar pada Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, dalam rangka peringatan usia 50 tahun beliau 9 November 2002. Prof. Achmad Ali pakar hukum, mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, telah berkiprah dalam penegakan hukum sejak masih mahasiswa. Bahkan pernah menjadi aktivis dan menjadi tahanan rezim Orde Baru pada masa beliau jadi mahasiswa. Beliau juga seorang Karateka yang memegang DAN 6 KARATE-DO yang diterima di Honbu Gajukai Tokyo Jepang, dan telah menjadi Wasit Karate tingkat Nasional sejak 1980an.  Prof. Achmad Ali juga pernah menjadi Staf Ahli Jaksa Agung RI, anggota Komnas HAM, Ketua Pengurus Stidi S3 Ilmu Hukum Unhas, dan lain lain.

Buku yang hanya terdiri dari tiga bagian ini, diawali dengan ‘prakata’ dari editor dan ‘prolog’ oleh Dr. H.M. Laica Marzuki S.H., Hakim Agung RI.  Pada bagian pertama adalah kumpulan tulisan Prof. Achmad Ali. Ada 13 karya tulis beliau yang pernah dimuat di media massa, termasuk juga pidato pengukuhan beliau sebagai Guru Besar Ilmu Hukum.  Ada 13 judul tulisan di bagian pertama ini yaitu : 

1.      Pidato Penerimaan Jabatan Guru Besar Ilmu Hukum.
2.      Catatan Hukum Akhir Tahun 2000, memasuki tahun 2001, Hakikat llmu Hukum, dan Solusi Keluar dari Keterpurukan Hukum.
3.      Obligor Bandel dan Low (bukan “Law” Enforcement)
4.      Filosofi Putusan Hakim.
5.      Pers versus “Penegak Hukum Hitam”.
6.      Andai Arwah Baharuddin Lopa bisa Menangis.
7.      Pengadilan In Absensia, HAM dan Pengadilan Korupsi Di Indonesia.
8.      Asas Pembuktian Terbalik dan Asas Praduga Tak Bersalah.
9.      Bercermin pada Penegakan Hukum di Jepang.
10.  Memberdayakan Kejaksaan RI dalam Upaya Pemberantasan KKN.
11.  Quo Vadis KOMNAS HAM.
12.  Kejahatan Suap dan Asas Praduga Tak Bersalah.
13.  Panggung Sandiwara Hukum.

Pada bagian kedua, berisi berbagai komentar dari berbagai kalangan tentang Achmad  Ali. Ada beberapa komentar dari para tokoh maupun professional tinggak Nasional dan ada juga dari tokoh lokal Sulawesi Selatan. Ada 35 tokoh dan wartawan yang memberikan kesaksiannya terhadap Prof. Achmad Ali. Tokoh tokoh tersebut antara lain: H. M. Yusuf Kalla, Prof. Satjipto Raharjo, Prof. Muladi, Prof. Soetandyo Wignjosoebroto, Willy Ferial, Dr. Laica Marsuki, Aidir Amin Daud, Hamid Awaluddin, Prof. Radi A. Gani,  Prof. Ahmad Amiruddin, dan dari media ada Rosiana Silalahi dan Ira Kusno. 

Bagian terakhir adalah dokumentasi foto Achmad Ali, mulai dari foto keluarga saat beliau masih kecil, foto remaja, saat aktif jadi karateka, saat Ujian Skripsi dan Promosi Doktor, foto bersama istri dan anaknya, saat berkunjung ke luar negeri dan saat menjadi nara sumber pada seminar dan workshop diberbagai daerah.

Buku Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.





Hadji Kalla, Saudagar dari Mesjid




Buku : Hadji Kalla, Saudagar Dari Mesjid
Penulis : S. Sinansari Ecip
Penerbit : Cahaya Timur, Makassar 2002
Jumlah Halaman : viii + 118
ISBN : 979-97065-1-3

Buku biografi Hadji Kalla ini disusun oleh S. Sinansari Ecip dan kawan kawan, dalam rangka peringatan 50 tahun PT. Hadji Kalla. Disusun hanya dalam waktu singkat yaitu sebulan, namun tetap layak dibaca dan dijadikan bahan rujukan untuk mengetahui kehidupan Hadji Kalla dan Hadjah Athirah dan juga perusahaan dagang mereka PT. Hadji Kalla. Berisi dokumentasi perjalanan hidup keluarga Hadji Kalla mulai dari kampung halaman di Bone sampai menjadi perusahaan besar di Makassar dan Indonesia pada umumnya. 

Terdiri dari 4 Bab, diawali dengan ‘pengantar penerbit’ yang menguraikan tentang bagaimana buku ini disusun dalam waktu yang singkat namun tetap bisa dijadikan rujukan keteladanan Hadji Kalla, dan juga ‘pengantar dari penyusun’ yang membahas tentang sosok pribadi Hadji Kalla dan Hadjah Athirah yang ulet, pantang menyerah, yang suka berbagi hak kepada fakir miskin. Perkembangan usahanya dari suatu perusahaan kecil menjadi perusahaan besar berskala nasional dan internasional. 

Bab 1 Berawal dari Bajoe. Pada awalnya perusahaan Hadji Kalla bernama NV. Hadji Kalla Trading Coy, kemudian setelah besar menjadi PT Hadji Kalla (Group), yang sekarang (saat buku ditulis tahun 2002) memiliki jumlah karyawan 5000an orang. Bukan hanya PT Hadji Kalla yang dibahas pada bagian ini, tetapi juga perusahaan perusahaan lain yang berkembang pada masa lalu. Masa kecil dan remaja Hadji Kalla juga dikisahkan dibagian ini. Beliau masih remaja belasan tahun sudah bisa naik haji dan juga saat masih remaja sudah punya usaha sendiri dan sudah menikah.  

Bab 2 Mengarungi Samudra. Bab ini mengisahkan tentang perkembangan perusahaan PT. Hadji Kalla, dan diversifikasi jenis usaha, mulai dari pertekstilan, jasa konstruksi (PT. Bumi Karsa), lalu otomotif (PT. Makassar Raya Motor, PT. Intim Utama Mobil), perdagangan (PT. Bumi Sarana Utama, PT. Bumi Sarana Beton), permukiman/perumahan (PT. Baruga Asri Nusa Development) dan lain lainnya.

Bab 3 berguru pada Aqidah. Pembahasan pada bab ini kembali ke masa saat Hadji Kalla dan Hadja Athirah merintis toko tekstilnya di kota Watampone. Bagaimana keluarga Hadji Kalla mengutamakan pendidikan agama dalam keluarga, misalnya anak-anaknya dipanggilkan guru mengaji dirumah. Anak anak juga dilibatkan dalam pembicaraan bisnis, dalam arti, mereka dibolehkan mendengarkan ayahnya berdiskusi soal bisnis dengan teman sesama pengusaha. Pendidikan anak anak Hadji Kalla juga dibahas disini. Ada juga cara merekrut pegawai, dengan melihat bagaimana calon pegawai tersebut melaksanakan sholat dan juga kejujuran mereka. 

Bab 4 Cakrawala tak Bertepi. Pada bab ini pembahasan difokuskan pada pribadi Hadji Kalla yang berjiwa sosial, dan juga berumahtangga dua (dua istri), tentang zakat dan pajak yang dibayarkan dan saat Hadji Kalla wafat menyusul wafatnya Hadja Athirah, serta kelanjutan perusahaan setelah keduanya wafat, dan nasehat nasehat Hadji Kalla kepada anak dan menantunya. 

Sangat menarik dibaca, dan layak dijadikan bahan referensi untuk bidang ekonomi perdagangan dan bidang lain yang terkait. 

Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 


Bunga Sibollo (Ho Eng Dji)

 
Buku : Bunga Sibollo (Kumpulan Sajak / Kelong Makassar) Karya Ho Eng Dji
Editor/Penerjemah : Shaifuddin Bahrun
Penerbit :  Yayasan Baruga Nusantara, Makassar 2006
Jumlah Halaman : xxiv + 72
ISBN : -
Masih ingat Film “Ati Raja” yang tahun lalu diputar di beberapa bioskop di Makassar? Pernahkah anda menonton film tersebut? Film tentang sosok Ho Eng Dji, seniman, penyair, musikus, sastrawan Makassar berdarah Tionghoa yang aktif berkarya dari tahun 1930an – 1960an.  Buku ini adalah kumpulan dari sajak atau puisi atau dalam bahasa Makassar disebut “kelong” karya Ho Eng Dji. Kumpulan sajak ini dikumpulkan dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Shaifuddin Bahrum.
Buku ini diawali dengan kata pengantar dari penerbit. Kemudian kisah hidup Ho Eng Dji. Kemudian karya karya sajak atau puisi Ho Eng Dji yang dibagi dalam dua bagian utama yaitu : Puisi (Kelong ) Makassar dan Puisi yang telah di gubah menjadi Lagu Makassar. 
Bagian pertama puisi dengan judul : Malino, Kodi Tojenna, Ri Biring Moncong, Sinriliq, Biseang, Cinna Cinikku, Tunanu, Dendang 1, Dendang 2, Dendang 3, Rua Bungung, Lino 1, Lino 2, Lino 3, To Battua, Empoanna Tallasaka, Bunga Sibollo, Sibokoi, Sassaqlalang.
Bagian kedua puisi yang telah digubah menjadi lagu Makassar dengan judul :  Ampir Siang, Pasangteng 1, Pasangteng 2, Dendang-dendang 1, Dendang-dendang 2, Ati Raja 1, Ati Raja 2, Maqrencong-rencong, Rambang Tinggal, Kola Satu, Mas Bangun, Jali Jali, Baju Ejayya, Sailong dan Ammaq Ciang.
 
Buku ini menjadi bahan rujukan yang bagus bagi anda yang berminat tentang puisi Makassar, tentang seniman Makassar berdarah Tionghoa, atau kesusastraan Makassar secara umum. Buku ini koleksi Perpustakaan Abdurrasyid daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.  


Wajo Abad ke-15 & ke-16



Buku : Wajo Abad XV-XVI Suatu Penggalian Sejarah Terpendam Sulawesi Selatan dari Lontara
Penulis : Prof. Mr. DR. Andi Zainal Abidin
Penerbit : Alumni, Bandung 1985
Jumlah Halaman : xiv + 601
ISBN : -

Buku ini merupakan karya Disertasi yang berhasil dipertahankan dengan yudisium Cum-Laude di Universitas Indonesia dibawah Rektor Prof. Dr. Mahar Mardjono, pada tanggal 4 April 1979, dan dicetak dalam bentuk buku pada tahun 1985. Disertasi ini telah mengungkap banyak sejarah tanah Wajo yang sebelumnya belum diketahui oleh umum. Disertasi ini juga telah menyelamatkan warisan sejarah khususnya sejarah Wajo dan Sulawesi Selatan agar generasi penerus bangsa bisa pula merawat dan melestarikannya dimasa sekarang dan yang akan datang. 

Terdiri dari 7 (tujuh) bagian (Bab). Bagian pertama Pendahuluan dimana dibagi lagi menjadi 7 bagian, yaitu maksud dan tujuan, objek dan ruang lingkup, watak orang Wajo dahulu kala, karangan terdahulu, bahan bahan yang dipergunakan, sejarah penulisan LSW (Lontara Sukku’na Wajo), dan terakhir cara transkripsi dan translasi salinan Lontara Sukku’na Wajo.  

Bagian kedua merupakan Transkripsi dan translasi Lontara Sukku’na Wajo karya Andi Makkaraka,  Arung Bentempola. Pada bagian ini, ada lontara dalam aksara latin dan kemudian terjemahannya. Pada bagian ke-3, Pembahasannya tentang masyarakat Lampulungeng dan Boli, bagian ke-4 tentang Kerajaan Cinnotabi, pembentukannya, perjanjian pemerintah dan runtuhnya kerajaan Cinnotabi. 

Pada bagian ke-5 dibahas tentang lahirnya kerajaan Wajo, pengangkatan Raja pertama, perjanjian pemerintah di Majauleng, perjanjian antara Batara Wajo La Tenribali dan La Tenritippe, pemerintahan Batara Wajo II La Mataesso, pemerintahan Batara Wajo III La Pa’teddungi to Sammalangi.

Selanjutnya bagian ke-6 dijelaskan tentang Peranan Arung Simettempola dalam penyempurnaan pemerintahan di Wajo, juga perjanjian pemerintahan Arung Simettempoladan orang orang Wajo, serta perjanjian pemerintahan di Lapa’deppa. 

Terkakhir, tentang Wajo dibawah pemerintahan Raja pertama sampai ke-4 yang bergerak Arung Matowa. Rincian pembahasannya mulai dari pemilihan dan pengangkatan Arung Ma’bicara, pemilihan dan pengangkatan Arung Matowa pertama, pemerintahan Arung Matowa La O’bi Settiware, pemerintahan Arung Matow La Tenriumpu To Langi, dan puncak kerajaan Wajo dibawa pimpinan Arung Matowa IV La Taddampare.

Sebagai penutup, buku ini menampilkan ringkasan (summary), daftar nama informan, daerah yang ditaklukkan dan menjadi bagian dari Wajo pada abad ke-15 dan 16, peta wilayah inti kabupaten Wajo, peta kerajaan Wajo abad ke-15 dan 16, juga ada beberapa foto, serta nama nama kepala masyarakat Lampulungeng, Boli, kerajaan Cinnotabi dan Wajo. Terakhir adalah Daftar Pustaka. 

Koleksi Perpustakaan Abdurrayid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 


Tim Pembinaan Perpustakaan Untuk Layanan Lebih Baik

Pembinaan Perpustakaan adalah salah satu upaya pemerintah meningkatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum, sehingga layanan perpust...

Popular Posts