Penulis: dr. Zaidul Akbar
Editor: Wafa Nailatunnajah
Penerbit: PT. Sygma Media Inovasi,
Bandung
Tahun
Terbit: 2024
Jumlah
Halaman: x + 342
ISBN: 9786239568719
Penulis
Resensi: Suharman Musa
Buku
“Resep Sehat JSR: 200 Resep Menyehatkan” karya dr. Zaidul Akbar merupakan salah
satu buku kesehatan populer di Indonesia yang mengusung konsep pengobatan alami
berbasis ajaran Islam. JSR adalah Jurus Sehat Rasulullah yang dipopulerkan oleh
dr. Zaidul Akbar. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 2021 dan berisi
ratusan resep herbal yang dirancang untuk membantu mengatasi berbagai penyakit
sehari-hari. Dengan pendekatan yang menggabungkan ilmu medis, pengalaman
praktik, serta nilai-nilai sunnah, buku ini menjadi referensi menarik bagi
pembaca yang ingin hidup lebih sehat secara alami.
Secara
isi, buku ini diawali dengan pembahasan tentang hidup sehat dan bahagia.
Kemudian diuraikan isi pokok bahasan yaitu terdiri dari sekitar 200 resep
herbal yang ditujukan untuk menangani kurang lebih 70 jenis penyakit, mulai
dari infeksi dan alergi, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem
endoktrin, sistem syaraf, sistem pernafasan, sistem rangka dan otot, jantung
dan pembuluh darah, kekebalan tubuh, ekskresi dan urinaria, darah dan gangguan
darah, dan lain lain. Termasuk disini, resep pengobatan ADHD, Autisme, Pikun,
depresi dan penyakit lainnya. Resep-resep tersebut menggunakan bahan alami
seperti madu, jahe, kunyit, kurma, dan rempah-rempah lain yang mudah ditemukan
di dapur.
Konsep
yang diangkat dikenal sebagai Jurus Sehat Rasulullah (JSR), yaitu metode
menjaga kesehatan yang merujuk pada praktik hidup sehat Nabi Muhammad SAW, baik
dari sisi konsumsi maupun gaya hidup.
Salah
satu keunggulan utama buku ini adalah pendekatannya yang sederhana dan praktis.
Sebagian besar bahan yang digunakan relatif murah dan mudah diperoleh, sehingga
pembaca tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mencoba resep-resep yang
ada. Selain itu, penyajian resep disusun secara sistematis dan dilengkapi
dengan penjelasan manfaat bahan, sehingga pembaca tidak hanya mengikuti
langkah, tetapi juga memahami khasiatnya. Hal ini menjadikan buku ini tidak
sekadar buku resep, tetapi juga edukatif dalam hal kesehatan alami.
Kelebihan
lainnya terletak pada integrasi antara ilmu kesehatan dan nilai spiritual. Buku
ini menekankan bahwa kesembuhan tidak hanya berasal dari usaha manusia, tetapi
juga dari izin Tuhan, sehingga aspek keimanan menjadi bagian penting dalam
proses penyembuhan. Pendekatan ini memberikan dimensi holistik—fisik dan
spiritual—yang jarang ditemukan dalam buku kesehatan modern berbasis medis
konvensional.
Namun
demikian, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah
minimnya pembahasan ilmiah yang mendalam terkait efektivitas setiap resep.
Meskipun disebutkan adanya kajian dan pengalaman penulis, tidak semua resep
didukung oleh referensi ilmiah yang kuat atau uji klinis yang jelas. Hal ini
dapat menjadi catatan bagi pembaca yang menginginkan validitas medis berbasis
evidence-based medicine.
Selain
itu, gaya penyampaian yang cenderung normatif dan religius mungkin kurang cocok
bagi pembaca dari latar belakang non-religius atau yang lebih mengutamakan
pendekatan ilmiah murni. Beberapa resep juga bersifat umum dan tidak selalu
mempertimbangkan kondisi individu secara spesifik, sehingga tetap diperlukan
konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk kasus penyakit tertentu.
Secara
keseluruhan, buku ini dapat disimpulkan sebagai panduan praktis hidup sehat
berbasis bahan alami dan nilai-nilai Islam. Buku ini tidak hanya menawarkan
solusi alternatif pengobatan, tetapi juga mengajak pembaca untuk kembali ke
pola hidup yang lebih alami dan seimbang. Meski tidak dapat dijadikan
satu-satunya rujukan medis, buku ini tetap relevan sebagai pelengkap gaya hidup
sehat.
Rekomendasinya,
buku ini sangat cocok bagi pembaca yang tertarik pada pengobatan herbal, gaya
hidup alami, serta pendekatan kesehatan berbasis sunnah. Namun, bagi pembaca
yang membutuhkan penanganan medis serius atau berbasis ilmiah ketat, buku ini
sebaiknya dijadikan referensi tambahan, bukan pengganti konsultasi medis.





