Menjadi Vegetarian



Vegetarian adalah orang yang memilih makanan sehari harinya tidak mengandung unsur unsur hewani tapi semata mata unsur nabati atau unsur tumbuhan. Jenis diet ini menjadi populer saat ini karena dipercaya menguntungkan kesehatan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa buah dan sayuran tidak atau kurang mengandung unsur lemak, mengandung banyak serat, karbohidrat, vitamin dan mineral.

Ada tiga alasan utama mengapa orang menjadi Vegetarian. Pertama dan terutama adalah alasan kesehatan. Kedua, alasan agama atau keyakinan. Ada beberapa agama yang melarang umatnya mengomsumsi daging. Alasan ketiga, menyangkut masalah hak hak binatang (Animal Rights). Alasan ketiga ini banyak terjadi dinegara negara maju.
Diet Vegetarian dibagi menjadi 3 pola. Yang pertama disebut Vegan atau Vegetarian Total atau Vegetarian Murni. Orang orang Vegan benar benar hanya mengomsumsi unsur tumbuhan: buah, sayur, biji bijian, kacang kacangan. Mereka tidak makan daging, ikan dan seafood, telur, keju dan juga tidak minum susu dan yogurt. Kedua, Lacto-Vegetarian, yaitu mengomsumsi nabati plus keju dan produk susu beserta olahannya. Tapi mereka juga mengeluarkan telur dalam daftar menu hariannya. Ketiga adalah Lacto-Ovo Vegetarian, mengomsumsi unsur tumbuhan, plus susu serta olahannya dan juga telur. Sebenarnya masih ada istilah lain, yaitu semi vegetarian, yaitu orang yang tidak makan daging merah (sapi, kambing) tapi masih makan ikan dan seafood, atau bahkan ayam. Tapi diet semacam ini tidak dikenal dalam dunia Vegetarianisme. Kalau anda masih mengomsumsi ikan, artinya anda pemakan daging, bukan vegetarian atau semi vegetarian, demikian argumen kaum vegetarian.

Selama saya di tinggal di Sydney, saya sempat menjadi semi-vegetarian selama dua tahun. Unsur hewani yang saya komsumsi hanya ikan dan telur. Ayam, daging sapi, daging unta (di Sydney ada dijual) tidak pernah ada dalam menu makananku. Awalnya gara gara issu “halal – haram” makanan. Ketika baru tiba di Sydney, organisasi pelajar Islam Indonesia disana, mewanti wanti kami yang mahasiswa baru, bahwa, meskipun daging ayam, kalau bukan muslim yang potong, atau dipotong bukan atas nama Allah, maka hukumnya haram dimakan. Meskipun saya menganggap diri saya Islam moderat, tapi peringatan itu tetap saja membuat saya takut mengomsumsi daging maupun ayam. Akhirnya, saya menjadi semi Vegetarian. Saya sebenarnya bermaksud menghindari ikan dan hasil laut lainnya tapi tidak mampu….. mungkin karena darah Bugis dalam tubuh saya yang selalu menginginkan ikan……. Menurut statistik Sulawesi Selatan termasuk provinsi pemakan ikan terbesar di Indonesia.

Gambar dari: sodahead.com dan ninemsn.co.au

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tim Pembinaan Perpustakaan Untuk Layanan Lebih Baik

Pembinaan Perpustakaan adalah salah satu upaya pemerintah meningkatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum, sehingga layanan perpust...

Popular Posts