Pekan Orientasi Mahasiswa di UNSW Sydney





Pekan Orientasi mahasiswa baru di kampus UNSW (University of New South Wales) Sydney dinamakan Orientation Week dan populer dengan sebutan “O-Week”. Tujuan O-Week ini adalah untuk menciptakan suasana nyaman dikampus bagi para mahasiswa baru. Ada sekitar 6000an mahasiswa baru tiap tahun diterima di UNSW. Selama O-Week ini, mahasiswa baru diperkenalkan pada suasana kehidupan kampus, menjadikan kampus seakan akan rumah sendiri lewat berbagai kegiatan, pertunjukan, hiburan dan tour kampus.

Pekan Orientasi (O-Week) ini sangat membantu mahasiswa baru dalam berorientasi baik secara sosial (mengenal berbagai perkumpulan agama, minat, olahraga, hobby, kebangsaan) maupun geografis (letak berbagai fasilitas dikampus). Kegiatan yang dilaksanakan selama O-Week diorganisir oleh “Student Union”. Student Union ini mengerahkan para mahasiswa voluntir (sukarelawan) yang semuanya berbaju kaos kuning “Yellow Shirts”. Para sukarelawan ini bisa ditanyai apa saja oleh mahasiswa baru, misalnya dimana lokasi perpustakaan, Gym, Bank, lapangan olahraga, tempat penitipan anak, toko buku, lab komputer, klinik kesehatan, restoran vegetarian dll. Kegiatan yang biasa dilaksanakan selama O-Week misalnya, pentas tari, musik, pantomim. Ketika O-Week tahun 2003 saya sempat melihat ada pentas tari Bali dan Orkes musik Dandut dari mahasiswa Indonesia dari Universitas lain di Sydney. Saya juga sempat menjadi “guide” pada tour kampus bagi para mahasiswa baru. ISS (International Student Service) meminta mahasiswa senior untuk membawa satu grup mahasiswa baru ada sekitar 20 orang dari berbagai negara, dan saya memberanikan menjadi guide mereka, meskipun saya baru setahun kuliah di UNSW.

Ada juga lembaga mahasiswa yang bernama “Student Guild” yang mengkordinasikan klub klub yang ada di Universitas, baik klub olahraga, maupun klub sosial (perkumpulan) yang jumlahnya lebih dari 100an. Banyak club olahraga dikampus, misalnya, Club Badminton, Tennis, Dayung, Underwater (Scuba, Snorkeling dll), Cricket, Bushwalking dan Mountaineering, AFL, Sepakbola, Karate, Kempo, Aikido, Golf, Frisbee, Senam, Rugby, Squash, Atletik dan masih banyak lagi. Mahasiswa baru bisa menjadi anggota klub olahraga yang diminati. Juga ada banyak perkumpulan atau persatuan (Society) seperti: Persatuan Mahasiswa Indonesia, Muslim Society, Law Society, Mahjong Club, Punk Rock Society, French Society, Anime & Manga Society, bahkan ada perkumpilan Gay & Lesbian, dan masih banyak lagi. Semua klub dan perkumpulan ini membuka stand dipintu masuk kampus selama O-Week. Para anggota klub yang senior akan memberi penjelasan tentang apa saja yang ingin diketahui tentang klub atau perkumpulan, termasuk memberikan formulir keanggotaan bagi mahasiswa baru yang berminat masuk klub.

Selama O-Week ini, bukan hanya klub kampus yang membuka stand tetapi juga stand dari luar yang terkait langsung dengan kehidupan mahasiswa, misalnya Sydney Bus, perusahaan komputer. Pihak Sydney Bus akan memberi penjelasan tentang rute rute bus yang diambil untuk menuju kampus UNSW, penggunaan kartu Bus, tarif bus dll. Mereka juga akan membagi bagikan map kota Sydney lengkap dengan tanda Rute Bus, Halte, jam kedatangan dan nomor kontak yang bisa dihubungi kalau misalnya ingin bertanya atau ada barang ketiggalan dalam bus. Banyak barang dibagibagi secara gratis selama O-Week ini, misalnya mouse-pad, baju kaos oblong, flask disk, buku dan majalah, pulpen, bookmark, topi dan lain lain.

Intinya, bahwa selama O-Week seluruh elemen Universitas menunjukkan kegembiraannya menyambut kedatangan para mahasiswa baru dan berusaha semaksimal mungkin agar mahasiswa merasa senang dan bersemangat kuliah di UNSW. Kampus kampus di Indonesia baik Universitas, Akademi, maupun Institut justru berusaha memberi kesan menakutkan kepada mahasiswa baru. Pada masa penerimaan mahasiswa baru, didepan kampus seringkali saya lihat, patung atau gambar yang mengerikan, seperti pocong, vampir, atau tengkorak. Perlakuan senior terhadap mahasiswa baru juga kadang berujung konflik, rusuh, perkelahian dan bahkan maut. Beberapa kali terdengar berita, kematian mahasiswa baru akibat perpeloncoan dan tindak kekerasan dari seniornya. Hal itu sering terjadi di kampus kampus di Indonesia. Padahal banyak dosen yang lulusan luarnegeri, yang seharusnya menerapkan program orientasi mahasiswa baru seperti diluarnegeri yang jauh dari tindak kekerasan.

Gambar: o-week.unsw.edu.au dan koleksi pribadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tim Pembinaan Perpustakaan Untuk Layanan Lebih Baik

Pembinaan Perpustakaan adalah salah satu upaya pemerintah meningkatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum, sehingga layanan perpust...

Popular Posts