Menghalau Galau di Pulau Larea-Rea


Pulau Larea-rea adalah salah satu pulau dari 9 pulau yang ada di wilayah administrasi kecamatan Pulau Sembilan, kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Sembilan pulau yang ada dan saling berdekatan adalah Pulau BurungLoE, yang terbesar dan tertinggi karena nampak jelas meskipun kita berada di ibukota kabupaten Sinjai, Pulau Kambuno, Pulau Liang Liang, Pulau Kodingere, Pulau Batanglampe, Pulau Katindoang, Pulau Kanalo I dan Pulau Kanalo II. Pulau Larea-rea adalah satu satunya yang tak berpenghuni, mungkin karena ukurannya yang kecil, hanya sekitar 10-15 meter panjangnya. Ke-9 pulau ini bisa dikunjungi dalam satu hari karena jaraknya saling berdekatan.


Nama pulau Larea-rea sendiri baru saya ketahui akhir akhir ini sebagai nama pulau, karena selama ini yang dikenal, Larea-rea adalan nama pelabuhan kecil ditimur kota Sinjai tempat berlabuh perahu perahu kapal pengangkut bahan pangan dan bahan bangunan dari berbagai pulau di Indonesia. Selain tujuan pulau Sembilan, juga sampai pulau Selayar, Kalimantan dan pulau pulau kecil di laut Flores.


Beberapa bulan lalu, tepatnya 27 Juni 2017 lalu, sehabis lebaran saya bersama anak anak dan keponakan berkunjung kepulau indah ini. Akses menuju kepulau ini dan pulau pulau lain disekitarnya cukup mudah. Kita bisa menyewa perahu kayu bermesin yang bisa memuat sampai 20 atau 30 orang, atau bisa juga menyewa speed boat kecil yang bisa memuat sekitar 10 orang. Dipelabuhan Lappa yang berlokasi di muara sungai Tangka, tersedia banyak jenis perahu perahu yang bisa disewa. Biayanya bervariasi antara 200 – 400 ribu rupiah. Jarak tempuhnya kalau menggunakan perahu kayu sekitar 1 jam, sementara kalau dengan speed boat hanya 20 – 30 menit saja.


Perjalanan naik perahu kayu kepulau Larea-rea di Pelabuhan Lappa, kemudian perahu akan keluar dari muara sungai Tangka menuju laut lepas menuju pulau. Sepanjang tepian sungai bisa disaksikan kegiatan para nelayan, dan rumah rumah penduduk ditengah tengah rimbunan hutan bakau. Sayang sekali karena suara mesin perahu yang sangat besar agak mengganggu komunikasi kita para penumpang sepanjang perjalanan. Mesti berteriak teriak kalau mau berbicara satu dengan yang lain.


Dari jauh pulau Larea-rea sudah kelihatan, dengan rimbunan pohonnya dan perahu perahu yang sudah bersandar sebelumnya. Meskipun dipulau Larea-rea ada dermaga kayu yang dibangun pemerintah, namun perahu perahu penumpang lebih memilih berlabuh disamping di sebelah utara pulau yang dangkal dengan pasir putihnya yang indah. Disebelah utara pulau ini ada hamparan pasir putih yang akan nampak memanjang jika air laut surut. Anak anak juga cukup aman berenang atau berendam dibagian ini karena airnya dangkal dan nyaris tidak ada ombak. Disebelah baratnya berupa bebatuan yang cukup datar sementara diselatan juga bebatuan tapi lebih banyak tertutupi air laut dan agak tajam. Mesti hati hati saat berjalan disebelah selatan ini.


Apa saja kegiatan yang dapat dilakukan dipulau Larea-rea ini? Kita bisa berenang, berendam, berjemur, main main pasir, cari kerang, memancing ikan, snorkeling, diving ataupun santai santai saja memandang pulau pulau lain disekitarnya. Karena pulau ini tidak berpenghuni, maka pengunjung mesti membawa sendiri makanan dan minuman. Kami waktu itu membawa ikan segar untuk dipanggang (bakar), nasi, air mineral gelas, minuman ringan, snack dan kue kue. Perlu juga dibawa adalah: tikar plastic kalau anda berombongan, pakaian ganti, dan juga tabir surya (sunblock) supaya kulit tidak terbakar.


Pulau ini cukup ramai pengunjung, bahkan ada dari kabupaten lain dan dari Makassar. Sayang sekali karena masih sangat minim fasilitas. Tidak ada toilet, tidak ada sumber air bersih untuk membilas badan setelah berenang. Kami waktu itu membawa satu gallon air bersih untuk bilas badan dan berwudhu. Satu orang cukup mandi satu gayung air bersih. Dipulau ini juga tidak tersedia tempat untuk ganti pakaian. Kalau mau shalat, ada balai balai kayu atau bambu yang bisa dijadikan tempat shalat.



Saya berharap pemerintah Kabupaten Sinjai segera membangun fasilitas umum dipulau ini, agar kedepannya, semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan berwisata ke pulau Larea-rea. Bagi anda yang suka air, maka pulau Larea-rea ini adalah pilihan yang tepat.
Sumber Gambar: Koleksi pribadi dan halamanindonesia.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Issu Kesetaraan Gender tenaga Pendidik Pra-sekolah

Setiap tingkatan pendidikan selalu ada tenaga pendidik atau guru laki laki. Namun ada tingkat pendidikan yang dapat dikatakan hampir pasti t...

Popular Posts