Kamus Lengkap Bugis - Indonesia




Buku : Kamus Lengkap Bahasa Bugis – Indonesia
Penyusun : Drs. Asmat Riady Lamallongeng
Pengantar : H. Ajiep Padindang, S.E., MM.
Penerbit : De La Macca, Makassar, 2011
Jumlah Halaman : xxvii + 266
ISBN : 978-979-3897-14-1

Generasi muda Bugis baik yang di Sulawesi Selatan maupun yang diluar Sulawesi sudah banyak yang tidak lagi mengenal, memahami atau mampu berkomunikasi dalam bahasa Bugis. Sementara yang mampu berbahasa Bugis, tidak lagi murni menggunakan kosa kata Bugis asli, namun mencampur-adukkan dengan kosa kata bahasa Indonesia. Hal ini yang menjadi tujuan utama penyusunan buku Kamus Bahasa Bugis – Indonesia ini. Generasi muda Bugis diharapkan akan mampu memelihara perbendaharaan kosa kata Bugis dengan adanya buku kamus ini. 

Buku ini sangat membantu kita yang hendak mencari arti sebenarnya dari suatu kosa kata Bugis, terutama kosa kata Bugis lama (kuno), kosa kata yang sudah jarang digunakan sehari hari, dan hanya ditemukan pada kitab naskah naskah Lontara kuno. Pembaca juga bisa menemukan perbedaan arti dari satu kosa kata, namun berbeda pelafalan dan tekanan suku katanya. Hal ini banyak ditemukan dalam Kamus ini. 

Kekurangan buku ini adalah kosa kata Bugis disusun sesuai aksara Lontara Bugis (ka, ga, nga, ngka), bukan sesuai alfabet Latin (A, B, C, D), sehingga kita yang terbiasa membaca kamus sesuai urutan alfabet Latin agak kesulitan mencari kosa kata Bugis dalam buku ini. Dalam Daftar Isi, juga tidak ada keterangan dihalaman berapa kosa kata yang berawal huruf “ka”, “ga”, “Nga” dan seterusnya. Hal ini juga merepotkan dalam pencarian kosa kata tertentu. Kamus ini hanya Bugis – Indonesia, dan tidak ada Indonesia – Bugis. 

Diawali dengan kata pengantar dari penyusun, kemudian pengantar dari H. Ajiep Padindang, dan ‘Sedikit Tentang Aksara Lontara’ dimana sedikit dibahas tentang tata bahasa Bugis, termasuk Afiksasi, prefiks “ma”. Kemudian masuk kebagian utama, yaitu Kamus Bahasa Bugis – Indonesia, mulai dari kata kata berawalan  ‘ka’, ‘ke’ dan seterusnya sampai ‘ha’, ‘he’ dan seterusnya.  

Pada bagian akhir dibahas tentang profil H. Ajiep Padindang, profil Penyusun, dan profil para editor. 

Buku ini koleksi Perpustakaan Khusus Ruang Baca Unit Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts