Biografi Syekh Yusuf


Buku : Biografi Syekh Yusuf
Penulis : Drs. Darwas Rasyid dan Drs. Sukirman A.R.
Editor : Drs. M. Yunus Hafid
Penerbit : Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Ujungpandang, Makassar 1995/1996
Jumlah Halaman : 78
ISBN : -

Buku tentang Syekh Yusuf, seorang ulama besar Sulawesi Selatan, pahlawan nasional Indonesia dan juga pahlawan nasional Afrika Selatan cukup banyak diterbitkan, baik sebagai terbitan lokal maupun terbitan nasional dan internasional. Buku ini salah satu terbitan lokal yang diterbitkan oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Ujungpandang, Direktur Jenderal Kebudayaan, Departeman Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai biografi, buku ini cukup ringkas sebenarnya, hanya 78 halaman. Namun pembahasanannya cukup luas dan rentang waktu kehidupan Syekh Yusuf yang cukup panjang.

Terdiri dari 6 bab, diawali dengan bab pertama Pendahuluan dengan sub bab; masalah dan ruang lingkup, tujuan dan kegunaan penelitian, dan metodologi.

Bab kedua Riwayat Hidup Syekh Yusuf, mulai dari asal usul dan masa kanak kanak hingga dewasanya. Disebutkan bahwa Syekh Yusuf lahir di kampung Parang Loe, Tallo pada tanggal 3 Juli 1626 (8 Syawal 1036 H). Ibunya bernama Tubi’ani Daeng Kanjeng Sitti Fatimah, sementara ayahnya tidak diketahui asal usulnya, hanya dikenal sebagai seorang suci dan sakti karena merupakan penjelmaan Nabi Khidir. Masa kanak kanak sampai dewasanya, Syekh Yusuf dididik oleh Sultan Gowa.

Bab ketiga Syekh Yusuf dalam Perantauan dan Perjuangan. Pada bagian ini dimulai sejak Syekh Yusuf berguru pada dua orang ulama besar yaitu Dato Ri Paggentungang dan Lomo Ri Antang. Kemudian beliau berguru pada Maulana Khatib Bungsu Dato Ri Tiro. Ketiga gurunya inilah yang menganjurkan Syekh Yusuf untuk menuntut ilmu keluar negeri. Tahun 1644, Syekh Yusuf menggunakan kapal Portugis meninggalkan Gowa untuk melaksanakan Ibadah Haji di Mekkah. Dalam perjalanannya, beliau singgah di Banten dan tinggal beberapa lama di sana dan berteman baik dengan putra mahkota kerajaan Banten yaitu Sultan Ageng Tirtayasa. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Aceh dan berguru pada ulama besar yang ada di Aceh. Selanjutnya Syekh Yusuf melanjutkan perjalanan ke Yaman, dan terus ke Mekkah. Di Mekkan, beliau menunaikan ibadah haji dan berlanjut ke Madinah untuk menuntut ilmu. Selanjutnya, beliau juga berkunjung ke Damaskus (Suria) untuk menuntut Ilmu agama. Juga disebutkan bahwa beliau pernah berkunjung ke Istambul, Turki untuk belajar.

Pada bagian ini, juga dikisahkan saat Syekh Yusuf kembali ke Makassar (Gowa) setelah 22 lamanya mengembara dan menuntut ilmu di Negara Negara di Timur Tengah. Selanjutnya beliau hijrah ke Banten untuk berjuang melawan penjajah Belanda.

Bab keempat, Syekh Yusuf dalam Pengasingan hingga akhir hayatnya. Pada bagian dibahas tentang kisah hidup Syekh Yusuf di Banten yang kemudian ditangkap oleh kompeni Belanda dan akhirnya diasingkan ke Seilon (Ceylon) atau Srilangka sekarang. Di Seilon, beliau tetap menyebarkan Islam. Karena selama di Seilon, Syekh Yusuf tetap saling berhubungan dengan para umat Islam Indonesia yang singgah di Seilon dalam perjalanan menuju Mekkah untuk ibadah. Akhirnya Belanda kembali mengasingkan Syekh Yusuf ke Afrika Selatan, sampai beliau wafat disana.Syekh Yusuf wafat di Afrika Selatan pada tanggal 23 Mei 1699 dalam usia 73 tahun. Beliau dimakamkan di dekat Bukit Faure, daerah pertanian Zandvliet, distrik Stellenbosch, dekat Cape Town, Afrika Selatan.

Pada bagian ini juga dikisahkan usaha usaha pemerintahan kerajaan Gowa untuk membawa pulang kerangka jenazah Syekh Yusuf kembali ke Gowa, Makassar.

Karya karya dan ajaran Syekh Yusuf juga dipaparkan dibagian ini, yaitu :
1.      Al-Barakat Al-Sailanniya
2.      Bidayat Al-Mubtadi
3.      Al-Fawaih Al-Yusufiyya, Fi Bayam Tahqiq Al-Sufiyya
4.      Hasiyah dalam kitab Al-Ambah Fi’irab La Ilaha Illa Allah
5.      Kaifiyyat Al-Munghi Wal’ithbat Bil-Hadith Al-Qudsi
6.      Matalib Al-Salikin (Yang dicari oleh Orang Salik)
7.      Al-Nafhat Al-Sailanniya (Embusan dari Seilon)
8.      Qurrat Al-Ain
9.      Sirr  Al-Asrar
10.  Sura (Surat)
11.  Taj Al-Asrar Fi Tahqiq Mashrab Al-Arifin (Mahkota Rahasia Dalam Hakikat Tempat Minum Orang Arif)
12.  Zubdat Al-Asrar Fi Tahqiq Ba’d Masharib Al-Akhyar
13.  Fath Kaifiyyat Al-Dhikir
14.  Daf’al-Bala (Penolak Bala)
15.  Hadhihi Fawa’id’aima dhikir La-Ilaha-Illah Allah
16.  Mungaddimat Al-Fawa’id Allati ma la budda Al-Agaid
17.  Tahsil Al-Inayat Wal Hidaya
18.  Risalah Ghayat Al-Ikhtiar Wa Nihayat Al-Intizal
19.  Tafhat Al-Amr Fi Fadilat Al Dhikir
20.  Tufhat Al-Abrar li Ahl Al-Asrar
21.  Al-Wasiyyat Al-Munjiyya’an Al-Madarat Al-Hija’iba

Pada bagian kelima tentang Mitos mitos yang menyangkut Syekh Yusuf. Mulai dari pembahasan tentang Keturunan keturunan Syekh Yusuf, termasuk dibahas ulang asal usul ayahnya dan ketika Syekh Yusuf masih dalam kandungan Ibunya, keajaiban bersama gurunya I Datok Ri Panggentungang dan I Lomo Ri Antang, keajaiban dalam perjalanan ke Mekkah dan sesudahnya, kisah kisah tentang para Wali di Tanah Arab, dan Hikayat tentang Asal Usul Kemasyuran nama Syekh Yusuf di kerajaan Bima.

Bagian keenam, adalah Kesimpulan, dilanjutkan dengan daftar informan dan daftar kepustakaan. 

Buku koleksi Perpustakaan Khusus, Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Issu Kesetaraan Gender tenaga Pendidik Pra-sekolah

Setiap tingkatan pendidikan selalu ada tenaga pendidik atau guru laki laki. Namun ada tingkat pendidikan yang dapat dikatakan hampir pasti t...

Popular Posts