Kapitalisme Bugis


Buku : Kapitalisme Bugis, Aspek Sosio-Kultural dalam Etika Bisnis Orang Wajo
Penulis : Ahmadin
Penerbit : Pustaka Refleksi, Makassar 2008
Jumlah Halaman : xii + 94
ISBN : 979-3570-85-7

Kapitalisme Bugis menurut penulis buku ini adalah paham kemodalan , yakni orientasi usaha atau produksi yang mengejar keuntungan atau bentuk kehidupan bersendikan modal. Suku Bugis yang dimaksud dalam buku ini adalah Bugis Wajo, yang terkenal sebagai pedagang diberbagai daerah di Indonesia. 

Buku ini dibagi dalam 7 (tujuh) bagian, dimana bagian pertama adalah pembahasan tentang generalisasi kapitalisme dan spesifikasi kebugisan. Pada bagian ini dijelaskan defenisi kapitalisme, konsep dan sejarahnya, juga batasan ruang lingkup kajiannya. Pada bagian ini ada penjelasan tentang perbandingan antara kapitalisme di daerah Bugis dengan kapitalisme di Eropa. 

Pada bagian kedua, dibahas tentang profil Bugis Wajo, mulai dari sejarah awal asal mula orang Bugis Wajo. Salah satu versi mengatakan bahwa orang Wajo sesungguhnya adalah mereka yang berdomisili dilingkungan tempat tinggal We Taddampali yang disimbolkan dengan pohon Bajo atau Wajo’E, sehingga lama kelamaan disebutlah Wajo. Ada pula pembahasan Struktur Spasial Wajo, yaitu keadaan daerah Wajo, sebagaimana digambarkan dalam Lontara Sukkuna Wajo. Warisan sejarah dan budaya Wajo juga dijelaskan, mulai dari situs Tosora, Gua Nippong, Saoraja Mallangga, beberapa makam raja raja zaman dulu. Stratifikasi sosial dan sistem kekerabatan, kesusastraan dan seni juga dibahas pada bagian ini. 

Pada bagian ketiga, pokok bahasannya adalah falsafah hidup sebagai sumber motivasi. Ada pembahasan tentang Pangngadereng atau adat istiadat dalam masyarakat Bugis, masuknya pengaruh Islam dalam pangngadereng dan kemampuan merespon perubahan zaman oleh orang Bugis, pesan pesan Puang Ri Maggalatung dan kesan kesan negatif dalam diri orang Bugis. 

Bagian keempat yaitu makna Siri’ sebagai spirit usaha dan motivasi kerja. Siri’ disini dijelaskan secara luas, termasuk juga Passe atau Pesse. Makna hidup bagi orang Bugis, fungsi kerja, kemapaman ideal, dasar keberhasilan usaha dan penggunaan uang lebih juga dibahas secara ringkas pada bagian ini. 

Bagian kelima adalah merantau sebagai modal peluang dan strategi ekonomi dan bagian keenam  tentang eksistensi dan prospek jiwa kapitalis, serta bagian ketujuh adalah penutup. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Issu Kesetaraan Gender tenaga Pendidik Pra-sekolah

Setiap tingkatan pendidikan selalu ada tenaga pendidik atau guru laki laki. Namun ada tingkat pendidikan yang dapat dikatakan hampir pasti t...

Popular Posts