Masa Depan Warisan Luhur Kebudayaan Sulawesi Selatan

Buku : Masa Depan Warisan Luhur Kebudayaan Sulawesi Selatan
Penulis : Shaff Muhtamar
Penerbit : Pustaka Dewan Sulawesi
Jumlah Halaman : ix + 156
ISBN : -

Tujuan utama penulisan buku ini adalah bagaimana menjawab tantangan kebudayaan dimasa depan yang akan dihadapi oleh generasi selanjutnya, ditengah zaman yang semakin modern saat ini. Diawali dengan Prakata dan Ucapan Terimakasih dari ketua Dewan Sulawesi sebagai pencetus penulisan buku ini. Diharapkan oleh team penulis bahwa buku ini akan bermanfaat bagi pembacanya dan berharap pula bahwa kebudayaan Sulawesi Selatan bisa bangkit lagi dan merebut kembali tempatnya dihati sejarah kehidupan. 

Terdiri dari 6 bagian, diawali dengan bagian pertama yaitu Warisan Luhur Kebudayaan Sulawesi Selatan. Pada bagian ini dibahas tentang kebudayaan keempat suku utama di Sulawesi Selatan, yaitu Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Juga dibahas tentang nilai universal Siri dalam masyarakat Sulawesi Selatan. Pada bagian tentang Orang Bugis, dikatakan bahwa Orang Bugis telah mewujud dari zaman ke zaman dengan polah tingka lakunya terbentuk secara komulatif sejak zaman lampau. Juga disinggung tentang Lontara yang menjadi referensi utama masyarakat Bugis yang digunakan untuk menelusuri watak khas masyarakat Bugis dan sifat kebudayaannya. Ada pula mitos tentang To Manurung di Bone, Soppeng, Wajo, Luwu dan daerah lainnya.  Dijelaskan pula tentang nilai nilai budaya Bugis yaitu kejujuran, kecendekiaan, kepatutan, keteguhan dan usaha. 

Bagian kedua tentang Akar Nestapa Kebudayaan. Pembahasannya adalah bahwa kebudayaan kerap kali dianggap penghambat kemajuan dan perkembangan. Ada beberapa pembahasan pada bagian kedua ini  yaitu : Imperialisme dan Kolonialisme, dan developmentalisme Negara. Selain itu ada juga dijelaskan tentang teori teori pembangunan  ekonomi. Kemudian ada kapitalisme dan positivism pendidikan.

Ketiga adalah Sulawesi Selatan dalam Dinamika Arus Perubahan Zaman. Pada bagian ini dibahas tentang bagaimana faktor faktor modernisme yang telah menguasai hampir semua belahan dunia, yang juga membawa pengaruh pada kebudayaan Sulawesi Selatan sehingga menimbulkan perubahan pula pada manusia Sulawesi Selatan. 

Pada bagian keempat, Sejenak Menimbang Nilai. Pada bagian ini dibahas tentang fase kehidupan masyarakat yaitu fase tradisionil, fase modern dan fase Post-modern. 

Bagian kelima, Melihat Ulang Warisan Kebudayaan Kita. Dijelaskan bahwa penting bagi kita melihat kebelakang, ke masa lalu warisan kebudayaan kita Sulaewesi Selatan, karena disitu ada nilai nilai yang tersimpan yaitu nilai nilai universal yang tak lekang dimakan zaman. Penetrasi budaya luar (barat) sedikit demi sedikit, pelan tapi pasti akan menyingkirkan budaya lokal kita. Di buku ini dijelaskan bahwa kita harus bersinergi agar kedua budaya, budaya lokal Sulawesi Selatan dan budaya modern tetap berkembang dalam kehidupan masyarakat.
 
Bagian terakhir, Sebuah Simpul Akhir. Pada bagian ini, dijelaskan tentang bagaimana peradaban modern yang gemerlap telah menggeser potensi potensi tradisional sampai ke titik ekstrem. Sepertinya tidak ada upaya serius dalam melakukan perlawanan budaya terhadap negatifitas kebudayaan modern.

Buku ini sangat tepat dijadikan bahan rujukan atau referensi dalam pengkajian budaya lokal Sulawesi Selatan dan pengaruh budaya moderen.  Buku Koleksi Perputakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Selatan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Issu Kesetaraan Gender tenaga Pendidik Pra-sekolah

Setiap tingkatan pendidikan selalu ada tenaga pendidik atau guru laki laki. Namun ada tingkat pendidikan yang dapat dikatakan hampir pasti t...

Popular Posts