Soppeng 745 Tahun Melintasi Waktu

Buku : Soppeng 745 Tahun Melintasi Waktu
Editor : H.A. Ahmad Saransi, Shaifuddin Bahrum, Idwar Anwar
Penerbit : Pemerintah Kabupaten Soppeng
Jumlah Halaman : 120
ISBN : -

Tak semua buku tercipta dengan menggunakan bahan bahan pustaka atau arsip sebagai bahan utama penyusunannya. Buku ini adalah kumpulan tulisan yang juga merupakan hasil wawancara dari beberapa warga kabupaten  Soppeng dari berbagai kalangan dan profesi. Hasil wawancara tersebut kemudian dikumpulkan dan diolah untuk dijadikan sebuah buku, sebuah dokumentasi perjalanan sejarah kabupaten Soppeng.

Diharapkan kelak akan ada warga Soppeng atau siapapun akan bisa melihat bagaimana interaksi antara pemerintah dengan masyarakatnya melalui catatan dokumentasi buku ini. Bagaimanapun juga pemerintah perlu semacam masukan atau tanggapan dari masyarakat, agar roda pembangunan tetap dijalur yang tepat, sehingga kelak kesejahteraan masyarakat akan tercapai.

Buku ini awali dengan kata pengantar dari para editor, kemudian sambutan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Soppeng.

Selanjutnya adalah judul judul tulisan sebagai berikut:

1.      Sebuah Bendungan di Saloq KarajaE (Dalam kenangan H. A. Soetomo)
2.      Guru Sakib dan Raket Dunlop (Bongkahan Kenangan Radi A. Gani)
3.      Jangan Berhenti Lahirkan Intelektual dari Soppeng (Setetes Harapan Karim Saleh)
4.      Kurintis Adipura Sejak Kanak Kanak (Guratan Memori Abbas Sabbi)
5.      Membangkitkan Kembali Dinasti Tembakau Cabbenge (Mengorek Ingatan A. Sarimin Saransi)
6.      Mencari Figur Teladan (Harapan Andi Unru Meppejanci)
7.      Mengenang Guru Silatku (Kenangan H. Buhari Matta)
8.      Berjuang Hidup di Warung Kopi (Kisah Pengalaman Hidup Ahing, warga Tionghoa)
9.      Demonstrasi di Masa Peralihan (Goresan Kenangan Syarifuddin Wahid)
10.  Soppeng “Sorga Dunianya” Polisi (Pengakuan Briptu Arifuddin AR)
11.  Gotong Royong Telah Memudar (Cerita A.M. Djamir Saransi Tentang Pasar di Tetewatu)
12.  Pendidikan dalam Binkai Keterbatasan (Gejolak Batin Jalaluddin Rahman)
13.  Masyarakat dalam Partisipasi Pembangunan (Setumpuk Keinginan H.A. Arifuddin Saransi)
14.  Soppeng Kini Sudah Jauh Beda (Evaluasi Natsir Husain)
15.  Jangan Lupakan Aset Budaya Soppeng (Genangan Kenangan Noer Jihad Saleh)
16.  Di Istana Kami Ditempa (Memori A. Bau Waris Semasa Kecil)
17.  Soppeng, Resofa Temmangingngi (Gelegar Andi Mariwawo Muchtar)
18.  Dari Cilo ke Wanemo (Andi Zulkarnain Menggalang Anak Muda)
19.  16 Tahun di Kursi Kendali (Perjalanan Hidup Herliadi)
20.  Soppeng Belum Membutuhkan Mall (Pandangan Yani)
21.  Sopir Sekarang Sungguh Beruntung (Catatan Hidup Muhammad Tang)
22.  Mozaik Harapan, Memahat Waktu di Langit Soppeng (Sajak Idwar Anwar)
23.  Memanggul Senja (Sajak Idwar Anwar)
24.  Lontaraq Air Mata Cinta (Sajak Shaifuddin Bahrum)
25.  Sebuah Pertemuan di Soppeng (Sajak Shaifuddin Bahrum)

Buku ini menarik dibaca terutama bagi yang ingin lebih mengetahui keadaan masyarakat Soppeng secara umum. Buku koleksi Perpustakaan Unit Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts