Syekh Yusuf dalam Persfektif Lontaraq Gowa


Buku : Syekh Yusuf dalam Persfektif Lontaraq Gowa
Penulis : Prof. Dr. H. Abdul Kadir Manyambeang
Editor : Nurhayati Rahman
Penerbit : La Galigo Press bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, Makassar 2014
Jumlah halaman : x + 368
Ukuran : 16,5 x 21,5 cm
ISBN : 978-979-99115-7-5

Buku ini merupakan karya adaptasi dari Disertasi H. Abdul Kadir Manyambeang, dosen Fakultas Ilmu Budaya (Sastra) Univeristas Hasanuddin, Makassar. Judul aslinya pada disertasi adalah “Lontaraq Riwayaqna Tuanta Salamaka Ri Gowa” yang kemudian disederhanakan dalam penerbitan buku ini menjadi “Syekh Yusuf dalam Persfektif Lontaraq Gowa”.  Buku ini adalah yang pertama membahas tentang Syekh Yusuf dalam persfektif Lontaraq Gowa, tempat asal Syekh Yusuf sendiri.

Tokoh Syekh Yusuf, adalah tokoh lokal Sulawesi Selatan yang menjadi pahlawan nasional. Ketokohannya bukan hanya lokal atau nasional, tapi sudah mendunia, sudah Internasional. Bahkan beliau juga dijadikan pahlawan nasional Republik Afrika Selatan. Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela mengaku bahwa perjuangannya melawan sistem Apartheid di negaranya diilhami oleh perjuangan Syekh Yusuf.

Banyak buku tentang Syekh Yusuf yang telah ditulis dengan berbagai sumber informasi. Ada yang fokus kajiannya pada ajaran ajaran serta karya Syekh Yusuf. Ada juga yang berdasarkan bahan pustaka lainnya, ada juga berdasarkan arsip arsip yang ada dibeberapa negara. Buku ini adalah yang pertama mengkaji tokoh Syekh Yusuf berdasarkan Lontara Gowa.

Buku ini terdiri dari 8 bab dan diawali dengan Kata Pengantar dari Gubernur Sulawesi Selatan, dan Kata Pengantar dari Editor.

Bab satu adalah pendahuluan yang terdiri atas latar belakang, obyek penelitian, masalah, dan tujuan dan manfaat penelitian.

Bab kedua adalah Tinjauan Pustaka yang menjelaskan tentang, filologi, linguistik, karya karya ilmiah yang membahas tentang Syekh Yusuf sebelumnya antara lain karya A. A. Cense, Sahib (1982), Abu Hamid (1994), Ruslan Abdul Ghani (1994), Mangemba (1994), A. Zainal Abidin Farid (1994), Harifuddin Cawidu (1994), Puang Ramma (1994), Ahmad Makkarausu Amansyah (1975), dan Nabila Lubis (1991). Pada bab ini juga dibahas tentang aksara bahasa Makassar, dan kitab lontara. Pada bagian jenis lontara ini ada dibahas tentang Lontaraq Patturioloang, Lontaraq Bilang, Lontara Pitika, dan Lontaraq Rapang.

Bab ketiga adalah Kerangka Pikir. Pada bagian ini dibahas tentang keaslian suatu naskah lontaraq, lontaraq salinan, perbandingan antara lontaraq lainnya, ahli bahasa yang mampu mengalih-bahasakan, mengalih aksarakan, menafsirkan dan menyunting suatu naskah lontaraq dan lain lain sebagainya.

Bab keempat adalah metode penelitian. Pada bagian ini dibahas tentang kritik teks dan bagaimana membuat perbandingan antar naskah naskah yang ada.

Bagian kelima adalah Definisi Operasional. Pada bagian ini dijelaskan tentang apa itu Lontaraq, Lontaraq Tuanta Salamaka ri Gowa, apa itu naskah, Filolinguistik, dan lain lain. 

Bab keenam, adalah Hasil Penelitian dan Pembahasan. Inilah inti dari buku ini. Ada pembahasan tentang telaah intrinsic dan telaah ekstrinsik.

Selanjutnya adalah bab ketujuh, yaitu Teks dan Terjemahan. Pada bagian ini dibahas teks lontaraq Syekh Yusuf dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Ada pendahuluan teks, orang tua Syekh Yusuf, undangan raja Gowa kepada Syekh Yusuf, kelahiran Syekh Yusuf, masa remaja Syekh Yusuf, mencari Ilmu di Makassar, mengail di Danau Mawang, peminangan putri raja, perjalanan ke Mekkah, tindakan supernatural dalam perjalanan, belajar pada imam empat, berguru pada Syekh Abdul Kadir Jailani dan seterusnya sampai masa pembuangan ke Seilon (Sailan, Ceylon atau Sri Langka sekarang) sampai meninggalnya Syekh Yusuf.

Bab terakhir adalah Penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran saran. Juga pada bagian akhir ada daftar pustaka yang digunakan dalam penyusunan Disertasi ini.

Pada bagian sampul belakang dicantumkan riwayat ringkas Prof. Abdul Kadir Manyambeang.

Buku koleksi Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Sulawesi Selatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts