Batara Gowa, Messianisme dalam Gerakan Sosial di Makassar


Buku "Batara Gowa, Messianisme dalam Gerakan Sosial di Makassar"
Penulis: Dr. Mukhlis PaEni., Dr. Edward L. Poelinggomang, M.A., Dra. Ina Mirawati.
Penerbit: Arsip Nasional RI dan Gajah Mada University Press
Tempat: Jakarta dan Yogyakarta
Tahun: 2002
ISBN : 979-420-514-1

Batara dalam bahasa Bugis dan Makassar berarti 'Tuhan" atau "Dewa" yang menguasai kehidupan manusia. Namun jika Batara ini disematkan pada nama seorang manusia maka manusia itu dianggap sebagai titisan dewa yang memiliki sifat sifat kedewaan atau ketuhanan. Pada tahun 1776 di kerajaan Gowa (Sulawesi Selatan) seorang tokoh hasil perkawinan politik lintas darat dan laut, muncul dan memperkenalkan diri sebagai Batara Gowa I Sangkilang. Inilah inti pokok pembahasan pada buku ini.

Buku setebal 292 halaman ini merupakan hadiah dari penulis buku (Dr. Mukhlis PaEni) kepada Prof. Ryas Rasyid pada Idul Fitri 1423 H. Terdiri dari 8 bab diawali dengan pendahuluan dan latar belakang sosio-ekonomi, dan perkembangan politik di Kerajaan Gowa. Bagaimana campur tangan Belanda dan hubungan pejabat dan pengurus bumiputra dengan kompeni Belanda juga dibahas disini.

Pada bab bab selanjutnya dikisahkan tentang muculnya gerakan gerakan perlawanan terhadap kompeni Belanda, misalnya gerakan Karaeng Bontolangkasa, Batara Gowa Anas Madina, dan munculnya Batara Gowa I Sangkilang. Pemberontakan Batara Gowa I Sangkilang inilah yang mendapat porsi utama dalam pembahasan buku ini. Bagaimana serangan yang dilakukan, bagaimana beliau memerintah dan hal hal menarik lainnya dalam pemberontakannya semua dikisahkan dalam buku ini.

Selajutnya dibahas bagaimana pemberontakan I Sankilang ini bisa ditumpas, pasukan VOC yang menduduki Kerajaan Gowa, sampai mangkatnya Batara Gowa, pemulihan kedudukan Kerajaan Gowa, dan penumpasan Gerakan Karaeng Data

Bagian akhir membahas bagaimana gerakan messianistis di daerah Makassar, dan sumber sumber Arsip tentang pemberontakan Batara Gowa I Sankilang, termasuk surat surat penting mengenai Pemberontakan Batara Gowa I Sangkilang tahun 1778 - 1779, laporan Residen Bima, Jacob Bikkers tentang Penampakan Batara Gowa pada tahun 1767. Pada bagian akhir juga dicamtumkan Isi Perjanjian Bongayya dalam bahasa aslinya Belanda.

Buku ini bisa dijadikan rujukan bagi anda yang ingin meneliti tentang kerajaan Gowa, pemberontakan dimasa lalu, khususnya Batara Gowa I Sangkilang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Issu Kesetaraan Gender tenaga Pendidik Pra-sekolah

Setiap tingkatan pendidikan selalu ada tenaga pendidik atau guru laki laki. Namun ada tingkat pendidikan yang dapat dikatakan hampir pasti t...

Popular Posts