Islamisasi Di Sinjai


Buku : Islamisasi di Sinjai
Penulis: Sritimuryati
Penerbit: Pustaka Sawerigading (Bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan)
Tempat terbit: Makassar
Tahun: 2016
Jumlah Halaman: 122
ISBN: 978-602-9248-37-1

Islam adalah agama mayoritas penduduk kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Meskipun demikian mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang proses bagaimana Islam bisa masuk ke Sinjai dan menyebar sampai ke pelosok dan menjadi agama mayoritas penduduk. Inilah tujuan utama penulisan buku ini. Peran Datuk di Tiro (Abdul Jawad Khatib Bungsu) dalam penyebaran Islam di Sinjai sangat penting. Pada awalnya Datuk di Tiro meng-Islam-kan raja Tiro La Unru Daeng Baso tahun 1604, lalu menjadikan Tiro sebagai pusat pengembangan Islam. Selanjutnya 3 kerajaan utama di Sinjai yaitu Kerajaan Tondong, Kerajaan Bulo Bulo dan Kerajaan Lamatti yang bersatu dalam persekutuan Tellu Limpoe.

Terbagi dalam 4 bagian, buku ini diawali dengan pedahuluan yang membahas tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara lalu masuk ke Sulawesi Selatan dan Sinjai. Penulis juga mengungkapkan metode metode yang digunakan dalam penulisan buku ini. Selanjutnya pada bagian ke-2, penulis menjelaskan tentang Identifikasi Wilayah Sinjai. Berbagai macam data statistik dipaparkan pada bagian ini. Ada data tentang letak geografis Sinjai, perbatasannya, luas daerahnya, jumlah kecamatannya, jumlah penduduknya (laki laki dan perempuan), nama nama sungai yang mengaliri Sinjai, jumlah penganut agama, jumlah Ulama, Muballig dan  Khotib. Kehidupan Sosial Budaya masyarakat Sinjai, termasuk strata sosial yang ada dalam masyarakat, sistem kepercayaannya, peran Bissu dalam upacara adat, pantangan pantangan (pamali) dalam kepercayaan masyarakat. Ada juga pembahasan perbedaan dialeg dan kosa kata bahasa Bugis Sinjai dengan baha Bugis Bone.

Pada bagian ke-3 adalah Lintasan Sejarah Persekutuan Tellu Limpoe yang merupakan pembahasan  asal usul nama "Sinjai", lalu tentang kerajaan kerajaan yang ada di Sinjai yaitu: Tondong, Bulo Bulo, Lamatti, yang membentuk persekutuan "Tellu Limpoe" dan konflik konflik yang terjadi dengan kerajaan Gowa waktu itu.

Inti buku ini ada pada pembahasan pada bagian ke-4 ini, yaitu Islamisasi di Sinjai. Diawali dengan kisah masuknya Islam di kerajaan kerajaan pada tahun 1605, dibawa oleh 3 penyebar Islam, yaitu Datuk ri Tiro, Datuk ri Bandang, dan Datuk Patimang. Pembahasan selanjutnya adalah bagaimana proses penyebaran agama Islam di Sinjai, yang menurut buku ini diawali dengan penyebaran di kalangan Raja dan istana. Jika raja dan pihak istana telah masuk Islam, dengan mudah rakyat akan memeluk Islam juga. Para muballiq lalu melaksanakan tugasnya ke rakyat termasuk mengajarka mengaji dan dakwah. Dibahas pula tentang tokoh tokoh penyebar Islam di Sinjai antara lain: Puang Belle, To Palekke, Tuang Sengngo, Puang Jawa, Puang Salama, Said Abubakar, Puang Janggo, Puang Topekkong, dan Said Husain. Terakhir dijelaskan tentang pengaruh Islam terhadap budaya lama masyarakat Sinjai  Bagian terakhir (bagian ke-5) adalah penutup. Penutup merangkup semua pembahasan dari bagian sebelumnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts