Kerajaan Bone Dalam Sejarah Politik Sulawesi Selatan Abad XIX


Buku: Kerajaan Bone Dalam Sejarah Politik Sulawesi Selatan Abad XIX
Penulis: Suriadi Mappangara
Editor: Drs. H. A. Syamsul Alam M, M.Si.
Penerbit Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan
Tempat: Makassar
Tahun 2004
ISBN: 979-98159-2-4

Kerajaan Bone pada abad ke-19 termasuk kerajaan yang sangat gigih menegakkan kembali wibawa dan otonominya, sejak menurunnya segala kekuasaan kerajaan kerajaan  di Sulawesi Selatan akibat perjanjian Bungaya. Kerajaan Bone berusaha menjalin hubungan baik dengan kerajaan lain di Sulawesi Selatan dan melakukan perkawinan politik antara para pangeran dan putri kerajaan, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada satupun kerajaan di Sulawesi Selatan yang tidak memiliki ikatan darah dengan kerajaan Bone. Namun seiring perjalanan waktu, pada tahun 1905 Bone jatuh ketangan Belanda. Inilah topik inti pembahasan buku ini.

Pembahasan buku ini diawali dengan latar belakang keadaan geografis dan asal mula kerajaan Bone. Selanjutnya dibahas tentang Kerajaan Bone pada abad XIX, mulai dari struktur pemerintahannya, stratifikasi Sosial, sistem kekerabatan, pertahanan dan keamanan.

Kerajaan Bone bangkit melawan agresi militer Belanda 1824 - 1825, dibahas pada bab berikutnya. Termasuk juga ketika tentara Inggris telah berada di Makassar, Belanda kembali berkuasa di Sulawesi Selatan, Perjanjian Bungaya yang diperbaharui, gerakan gerakan perlawanan kerajaan Bone 1824, dan agresi militer I Belanda pada tahun 1824 - 1825.

Selanjutnya penulis mengisahkan kedahsyatan perang antara prajurit kerajaan Bone melawan para tentara kolonial Belanda antara tahun 1859 - 1860, kemudian ternjadinya konflik dalam kerajaan Bone, dan konflik Bone - Belanda antara 1835 - 1859. Terakhir, Kerajaan Bone sebagai kerajaan pinjaman. Pada bagian akhir juga terdapat lampiran dan daftar nama raja dan ratu yang pernah memimpin kerajaan Bone, mulai dari ManurungngE Ri Matajang (1332- 1362) sebagai Raja pertama sampai raja terakhir yaitu Andi Pabenteng Arung Macege Petta Lewa (1946 - 1950) raja terakhir.

Buku setebal 200 halaman ini sangat bagus dijadikan bahan penelitian atau pengkajian sejarah di Sulawesi Selatan, khususnya sejarah kerajaan Bone, khusus pada abad XIX.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts