Orang Makassar Menemukan Australia



Jika kita menelusuri sejarah Australia, maka diketahui bahwa orang Eropa bukanlah yang pertama mengunjungi tanah Aborigin Australia. Jauh sebelum permukiman orang Eropa berdiri di Sydney, orang orang Makassar sudah sering mengunjungi Australia bagian utara. Mereka mengunjungi dan berlabuh didaerah daerah pantai yang sekarang ini dikenal dengan nama Arnhem Land.

Para pelaut Makassar menempuh jarak sekitar 2000 km mencari hasil hasil laut terutama tripang. Mereka menggunakan perahu besar dan biasanya mereka menggunakan sampan kecil saat memancing tripang. Musim pencarian tripang biasanya berlangsung dari bulan Desember sampai Mei yang merupakan musim hujan disebagian besar Indonesia.

Apakah orang orang Makassar menjadi teman atau musuh bagi orang Aborigin? Oleh karena para pelaut Makassar tersebut biasanya hanya tinggal sementara didaerah pantai, dan jarang sekali yang masuk ke pelosok, maka orang Aborigine sama sekali tidak menganggapnya sebagai musuh atau ancaman. Orang Makassar tidak tergantung pada orang Aborigine dan begitu pula sebaliknya, orang Aborigine tidak tergantung pada orang Makassar. Kalau mereka mau, bisa saja kedua budaya saling hidup berdampingan.

Nampaknya orang Makassar dengan orang Aborigin lebih sering saling berteman daripada bermusuhan, meskipun sekali kali terjadi juga konflik dan bahkan kadang serius.
Jika orang Aborigin kekurangan makanan selama musim hujan, maka mereka seringkali tertarik dan mendekati permukiman orang Makassar untuk mencari makanan dengan cara barter (saling tukar bahan pangan /makanan). Orang Aborigin mengumpulkan penyu, kerang kerang, cangkang mutiara untuk diberikan kepada orang Makassar. Orang Makassar kemudian memberikan peralatan besi dan aluminium kepada orang Aborigin. Jika kita bandingkan antara bahasa Aborigin dengan bahasa Makassar, maka akan kita jumpai beberapa kosa kata bahasa Makassar dalam bahasa Aborigin seperti kata kata yang berhubungan dengan kata jagung, beras/ padi, jarum dan peralatan memotong dan menebang kayu.

Pada umumnya orang Aborigin mempercayai orang Makassar. Orang Aborigin seringkali ikut dengan orang Makassar belayar sepanjang perairan Australia utara. Bahkan menurut sejarah, beberapa orang Aborigin ikut berlayar sampai ke Makassar.
Pencarian tripang oleh orang Makassar mulai tidak aktif pada tahun 1906 ketika pemerintah melarang pencarian ikan bagi orang orang yang memiliki perahu nelayan.

(diterjemahkan dan disarikan dari Buletin ORIGIN)

Gambar: "Perahu Makassar digambar diatas kulit kayu koleksi Aboriginal Studies Institu dari Bulletin ORIGIN (South Australia)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts