Perpustakaan di Australia




Selama saya tinggal dan belajar di Sydney, saya banyak beriteraksi dengan perpustakaan disana. Selain untuk kepentingan studi, juga untuk menambah pengetahuan bagaiamana pengelolaan perpustakaan. Saya menjadi anggota pada dua perputakaan yaitu perpustakaan kampus di UNSW (University of New South Wales) juga pada perpustakaan council yaitu Bowen Library di suburb Maroubra. Beberapa perpustakaan juga sempat saya kunjungi, diantaranya, State Library of New South Wales yang ada di Macquaries Street, persis didepan Royal Botanical Garden, perpustakaan University of Sydney, Perpustakaan Nasional di Canberra dan lain lain. Saya masih ingat didepan State Library, ada patung sastrawan dunia seperti William Shakespeare dan Robert Burns.



Tentang layanan perpustakaan, di perpustakaan kampus, kami bisa meminjam buku sampai 99 eksemplar. Demikian juga di Bowen library, yang menyiapkan trolley kecil untuk pengunjung yang akan meminjam banyak buku. Perpustakaan bukan sekedar tempat meminjam buku, karena ada beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan, misalnya bedah buku, temu pengarang, diskusi buku dan film, taman bermain anak anak dan lain lain. Tiap tahun, koleksi buku diperbaharui. Setiap kali terbit buku edisi terbaru, maka edisi lama akan disimpan untuk dijual pada event Book Fair. Bukan hanya buku yang selalu diperbarui, software komputer pun hampir diperbarui setiap kali ada edisi/ versi terbaru dipasaran. Misalnya pada saat Windows 2007 muncul, maka semua software windows 2003 yang selama ini digunakan langsung diganti dengan yang baru.

Mahasiswa baru terutama mahasiswa asing di UNSW selalu mendapatkan pelatihan penggunaan perpustakaan sebelum memasuki perkuliahan. Bagaimana caranya menulis essay, mengumpulkan informasi, menggunakan internet, membuat slide Powerpoint, cara menghindari penjiplakan (plagiarism) dll, semua diajarkan. Semuanya gratis. Pihak kampus juga melaksanakan Campus Tour setiap hari saat penerimaan mahasiswa baru, ditujukan bagi mahasiswa baru. Tujuannya agar mahasiswa baru mengenali kampusnya dengan baik, mengetahui lokasi kantin, lokasi tempat ibadah, tempat olah raga, Gym, kolam renang, ATM dan Bank, toko buku, diskotik, poliklinik, tempat fotocopy, kantor senat, perkumpulan olahraga, dll.



Mahasiswa dapat meregister sendiri buku buku yang dipinjamnya. Caranya sama dengan pemindaian barang yang dibeli disupermarket yaitu dengan menyorotkan barcode buku pada scanner. Lama peminjaman yaitu empat minggu dan dapat diperpanjang dengan berbagai cara: datang ke perpustakaan dengan membawa buku yang akan diperpanjang peminjamannya, lewat internet, dan lewat telpon. Perpustakaan buka sampai jam 10 malam, tetapi pada saat ujian semester, dibuka sampai tengah malam (jam 12.00 atau jam 01.00 dinihari). Di beberapa negara maju, ada perpustakaan yang buka selama 24 jam.

Layanan lain diperpustakaan adalah “interlibrary loan” yaitu layanan peminjaman antar perpustakaan. Misalnya kalau buku yang kita cari tidak ada, maka akan diusahakan dicari dan dipinjamkan dari perpustakaan lain. Ada juga layanan khusus untuk para lanjut usia/ jompo dan orang cacat atau sakit yang tidak bisa ke perpustakaan karena alasan usia dan kesehatan. Pada hari hari tertentu, mereka dibawakan buku buku baik fiksi maupun non-fiksi, juga buku buku multimedia (buku dalam bentuk CD, yang bersuara), Film, atau juga buku ‘large print’ atau cetak besar.

Layanan perpustakaan multimedia-nya sangat lengkap. Misalnya kalau kita meminjam buku resep masakan, kita juga bisa meminjam Video atau DVD-nya dan bisa diputar dirumah (di player untuk Video) atau di PC untuk DVD. Jadi sambil membaca bukunya, kita bisa nonton cara masaknya. Buku buku untuk tunanetra juga banyak disediakan, baik yang dalam huruf Braille maupun buku ‘bersuara’. Orang orang cacat yang menggunakan kursi roda dapat dengan mudah mengunjungi Perpustakaan, karena semua perpustakaan dan gedung lain diharuskan menyediakan access/jalan masuk untuk orang cacat (disabled person). Kalau tidak, dianggap melanggar hak azazi manusia.

Di Bowen library, Maroubra juga tersedia banyak sekali CD musik dan Kaset video film serta seri pelajaran bahasa asing. Saya jarang meminjam film, tapi lebih sering meminjam CD musik. Jenis CD musik yang disimpan di perpustakaan biasanya yang tradisional dan musik alternatif dari berbagai negara. Saya pernah melihat CD musik tradisional angklung dari Jawa Barat di perpustakaan ini. Yang agak mengherangkan, di Australia kaset Video masih berkuasa dan tidak menghilang, meski DVD dan VCD sudah banyak. Tempat video rental yang ada dekat apartemen saya hanya menyediakan Kaset Video (VHS dan Betamax) dan tidak ada DVD maupun VCD. Di Indonesia, kita sudah jarang menemukan kaset Video, yang telah terjajah oleh media Digital…

Foto: koleksi pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Issu Kesetaraan Gender tenaga Pendidik Pra-sekolah

Setiap tingkatan pendidikan selalu ada tenaga pendidik atau guru laki laki. Namun ada tingkat pendidikan yang dapat dikatakan hampir pasti t...

Popular Posts