Kisah dari Australia; Samuel Terry, mantan pencuri menjadi Milyuner

Meskipun ada ribuan narapidana dari Inggris yang dibawa (dibuang) ke Australia selama lebih dari 50 tahun sistem hukuman pengasingan, hanya sedikit yang dapat diingat sampai sekarang. Kebanyakan dari mereka telah dilupakan. Apa yang terjadi dengan mereka, kita tidak banyak ketahui. Beberapa diantara mereka ada yang kembali ke Inggris, namun banyak juga yang menetap di Australia dan menjadikan Australia tanahair mereka.
Pada tahun 1800 Samuel Terry ditangkap dan didakwa mencuri 400 pasang stocking. Pengadilan Inggris akhirnya menvonisnya hukuman pengasingan 14 tahun di Australia tepatnya di negara bagian New South Wales. Samuel Terry baru berusia 16 tahun saat tiba di Sydney tahun 1801. Sebagaimana halnya dengan narapidana lainnya, dia harus bekerja keras dipenjara pemerintah. Dia dilibatkan dalam pembuatan jalan, memotong batu untuk bahan bangunan dan pembangunan gedung. Pekerjaan yang sangat berat untuk orang seusianya. Setelah hukumannya selesai , dia mulai berusaha sendiri dan menjadi dealer barang bekas. Dalam waktu yang singkat dia berhasil mengumpulkan kekayaan dan membeli tanah dan mengelola hotel. Setelah menikahi seorang janda kaya, dia berhasil memperluas jaringan bisnisnya. Samuel berhasil membeli lahan pertanian yang luas, be rtanam gandum dan hasil pertanian lainnya, juga memelihara domba, sapi dan kuda balap. Ketika kekayaannya semakin bertambah, Samuel Terry semakin baik reputasinya sebagai seorang pekerja keras yang sulit membelanjakan uangnya meski masih kadang kdanag menyumbang untuk amal. Dia kaya raya namun hidup sederhana dan tidak banyak pengeluaran untuk kesenangan diri dan keluarganya. Semua pekerjaan rumahtangga dikerjakan oleh istrinya seorang diri karena dia tidak mau menggaji pembantu rumahtangga. Samuel tak pernah diterima dengan ikhlas oleh masyarakat pemukim bebas, yaitu orang orang yang ke Australia bukan sebagai narapidana yang ada di New South Wales. Mereka cukup berinteraksi dalam bisnis, tapi tidak diterima dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dia tidak pernah bisa meninggalkan fakta bahwa dia mantan narapidana. Samuel wafat tahun 1837. Setelah kematiannya, terbitlah buku berjudul “The History of Samuel Terry of Botany Bay” (Kisah Samuel Terry dari Botany Bay). Dalam buku tersebut, pengarang mengungkapkan kekayaan Samuel Terry: “kekayaan yang ditinggalkan oleh Samuel Terry senilai hampir satu juta poundsterling dan dia meninggalkan biaya hidup untuk istrinya sebesar sepuluh ribu pound pertahun” Banyak orang beranggapan bahwa Samuel Terry dan istrinya adalah orang jahat. Pengarang buku tersebut juga menyebutkan: “…pada waktu itu dia hanya menunggangi kuda tua yang kurus, melewatkan hari harinya dengan menggarami daging sapi. Jika temannya datang dan membawa botol minuman, , maka dia akan mengendus / membaui para pembantunya, khawatir pembantunya telah meminumnya…”. “Nyonya Samuel tidak pernah mempunyai pembantu perempuan. Dia berpakaian sangat sederhana dan setiap sabtu dia terlihat berlutut menyikat lantai rumahnya….padahal dia adalah orang yang sangat kaya raya..”. (Diterjemahkan dari Majalah ORIGIN, Sumber Gambar dari ORIGIN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuil Hadrian di Kota Kuno Ephesus, Turki

Kuil Hadrian adalah salah satu gedung yang terindah yang masih tersisa di kota kuno Ephesus di   Provinsi Izmir, Turki. Kuil yang terletak d...

Popular Posts